Berita Pemberdayaan Masyarakat
BDC Pangandaran Rencana adakan Pelatihan untuk ratusan Usaha KSM dan UMKM

BDC Pangandaran Rencana adakan Pelatihan untuk ratusan Usaha KSM dan UMKM

Bussiness Development Center atau BDC Pangandaran berencana akan menggelar pelatihan pengembangan usaha vokasional. Kegiatan ini salah satu dari program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kabupaten Pangandaran.
Ketua Komite BDC Pangandaran, Teddy Sanjaya, mengatakan, kegiatan tersebut bakal dilaksanakan pada Oktober-November 2019 yang akan diikuti oleh puluhan hingga ratusan kelompok swadaya masyarakat (KSM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Pangandaran. Sementara itu, kegiatannya berlangsung di Unpad PSDKU Pangandaran.
Teddy menjelaskan, kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu program untuk membantu mengedukasi KSM dan UMKM guna menghasilkan produk terbaik dan berkualitas. Selain itu, diharapkan melalui ini juga dapat membantu akses pasar mereka.
Sebagaimana peran dan fungsinya, BDC Pangandaran memberikan pelatihan monitoring pengembangan usaha kepada UMKM. Selain itu, kita juga bergerak untuk meningkatkan kapasitan SDM, manajemen usaha, hingga memfasilitasi akses pinjam modal yang ringan, mudah dan murah kepada perbankan,” kata Teddy kepada HR Online, Selasa (22/10/2019).
Teddy menambahkan, pihaknya membuka akses pasar terhadap KSM dan UMKM yang selama ini dibina. Sehingga, produk-produk yang dihasilkan dengan kualitas terbaik dapat menjangkau pasar lokasi hingga nasional.
Menurutnya, selama ini Pemkab Pangandaran telah konsisten dan bersinergi dalam meningkatkan para pelaku usaha. Sehingga pertumbuhan KSM dan UMKM di Pangandaran terus mengalami perkembangan dengan begitu cepat.
“Berbagai macam produk pelaku usaha mikro telah dipasarkan, seperti Jus Honje, minuman susu, jamu seperti teh kelor, kopi pinang, kecap, Gula kelapa, aren semut, ikan asin sehat, abon, empek empek, Kopi, keripik pisang dan lainnya. Selain itu, ada juga produk batik, makanan olahan berbahan ikan laut dan jamur tiram, dan banyak potensi lainnya yang harus dikembangkan,” imbuh Teddy.
Ia menambahkan, banyak potensi dan peluang pasar yang masih terbuka di Kabupaten Pangandaran, seperti hotel dan restoran. Selain itu, masyarakat dan Pemda juga turut menjadi bagian penting untuk membantu mengembangkan produk tersebut, seperti setiap ASN wajib beli beras dari KSM atau UMKM 1 kilogram per bulan, atau membeli makanan dari mereka.
Sementara itu, Kepala Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Pangandaran, Kurnia Hendriyana, mengatakan, produk yang dihasilkan puluhan KSM di Kabupaten Pangandaran tersebut dinilai cukup baik dan berkualitas. Karena itu, ia harap ke depan tinggal dikembangkan dalam hal branding, packaging serta promosinya.
“Seperti ikan abon, olahan kelor, gula kelapa dan aren, Virgin Coconut Oil (VCO), minuman jus khas Pangandaran yang diproduksi KSM binaan BDC Pangandaran rasanya Insya Allah lebih enak dibandingkan makanan serupa yang dibeli dari toko modern terkenal. Ini potensi yang besar sekali untuk dikembangkan,” pungkas Kurnia. (Mad/R6/HR-Online)
 
 sumber harapan Rakyat. com





Berita Pemberdayaan Masyarakat Lainnya