Berita Pemberdayaan Masyarakat
Industri kopi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat terus bergeliat

 Industri kopi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat terus bergeliat

Hal ini ditandai dengan semakin luasnya perkebunan kopi, kemunculan merek-merek kopi lokal, hingga berdirinya kedai-kedai kopi premium di pojok pojok Pangandaran

Penggiat komunitas kopi di Pangandaran wa Eli 55 menyampaikan, luas perkebunan kopi di Kabupaten Pangandaran saat ini lebih kurang 450 hektare lebih. Perkebunan tersebut tersebar di Kecamatan Pangandaran, Salasari, Sidamulih, Langkaplancar dan Cimerak.

Dari luas lahan tersebut, menurut Elii, Kabupaten Pangandaran menghasilkan sekitar 200- ton biji kopi (green beans) setiap musim panen Namun perlu pembinaan supaya hasil panen baik dan di minati pasar.
Saat ini kopi kita masih di hargai sangat murah namun begitu peminantnya sudah cukup banyak, beberapa tahun terakhir kita bersyukur ada pembekalan cara mengolah dan bertani kopi yang baik dari pemerintah, dari KADIN, dari APEKI kata dia, kopi dari Pangandaran telah dipasarkan ke berbagai daerah, utamanya kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta dan daerah lainnya.

"Untuk di wilayah Priangan Timur, penghasil kopi utama itu Pangandaran dan Ciamis. Tapi dari produktivitas dan jumlah petani, Pangandaran lebih besar produktifitasnya," ujar Ua Eli  kopi Pangandaran juga mulai banyak dilirik karena kualitasnya. Ia menggambarkan, meskipun varietas kopi yang dikembangkan adalah robusta, tapi beberapa perkebunan menghasilkan rasa unik yang mirip jenis arabika. Dengan slogan ‘’Java Beach Coffee’’

"Misal kopi dari Purbahayu, Bleunder. Walaupun jenisnya robusta, tapi ada sedikit rasa asam fruity, seperti aroma pisang dan ada rasa coklatnya," kata bergiat di Serikat Petani Pasundan (SPP) ini.
Sumber Detik / mypnd





Berita Pemberdayaan Masyarakat Lainnya