Berita Berita Bisnis dan UKM
Banjar Belajar Pengolahan Gula Kelapa dan Aren ke Pangandaran

Banjar Belajar Pengolahan Gula Kelapa dan Aren ke Pangandaran
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Banjar Neneng Widyastuti menyampaikan, maksud kedatangannya dan sejumlah staf adalah untuk menjajaki peluang kerjasama dengan Kabupaten Pangandaran. “Jadi kita ingin bekerja sama dan mengundang BDC Kabupaten Pangandaran untuk menjadi praktisi di Banjar untuk memberikan pelatihan, baik teori maupun praktek, khususnya pada IKM gula merah agar dibantu cara produksi yang baik dan pemasarannya,”kata Neneng di Kantor BDC Pangandaran

Pengolahan gula kelapa di Kabupaten Pangandaran selangkah lebih maju dibandingkan kota/kabupaten di wilayah sekitar. Tak heran, untuk urusan yang satu ini, Kota Banjar yang relatif lebih mapan pun belajar ke Kabupaten Pangandaran.
Pencapaian ini tak lepas dari prakarsa KADIN dan Business Development Center (BDC) Kabupaten Pangandaran. Sejak tahun lalu, lembaga pendamping UMKM di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini merangkul petani untuk mengembangkan gula kelapa batangan menjadi gula semut atau gula kristal.
Setelah perwakilan sejumlah daerah mengunjungi Pangandaran, pada Senin (6/3/2017), giliran delegasi Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Banjar yang belajar pengembangan gula kelapa.
Dalam kunjungannya, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Banjar Neneng Widyastuti menyampaikan, maksud kedatangannya dan sejumlah staf adalah untuk menjajaki peluang kerjasama dengan Kabupaten Pangandaran.
“Jadi kita ingin bekerja sama dan mengundang BDC Kabupaten Pangandaran untuk menjadi praktisi di Banjar untuk memberikan pelatihan, baik teori maupun praktek, khususnya pada IKM gula merah agar dibantu cara produksi yang baik  hingga pemasarannya,”kata Neneng di Kantor BDC.
Neneng menyebut, Saat ini di Kota Banjar terdapat 300 pengrajin gula merah. Neneng berharap, para pengrajin yang sebelumnya hanya memproduksi gula merah batangan juga turut beralih ke gula semut sebagai diversifikasi produk yang lebih menguntungkan.
Menurut Neneng, reputasi Kabupaten Pangandaran dalam pengolahan gula semut telah banyak mendapat apresiasi. Ia berharap, BDC Kabupaten Pangandaran  juga dapat menggandeng para pengrajin gula kelapa di Kota Banjar.
Menerima kunjungan delegasi, Ketua BDC Kabupaten Pangandaran Teddy Sonjaya menyambut baik niat kerjasama yang ditawarkan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Banjar. Menurut Teddy, pihaknya senang jika memberikan manfaat bagi banyak pihak.
Teddy melaporkan, saat ini BDC Kabupaten Pangandaran tengah fokus pengembangan tiga produk, yakni produk gula merah, produk hasil laut Ikan kering dan Ikan basah. Dari tiga tersebut, kata dia, tengah dikembangkan 17 varian produk.
Jika gula semut telah menembus pasar ekspor, menurut Teddy, produk hasil laut mudah mudahan saat ini mulai merambah pasar toko modern dan retail.
“Kami berharap bisa membantu pemerintah dalam pengembangan wirausaha, supaya muncul wirausahawan-wirasuahan baru. Karena di Pangandaran ini semua bisa dijual, jadi jangan sampai kita menjadi penonton,” kata Teddy.    
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi, UMKM dan Perdagangan Tedi Garnida menyampaikan, gula semut dan produk-produk BDC Kabupaten Pangandaran saat ini menjadi rujukan pengembangan produk UMKM di Kabupaten Pangandaran.
“Menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) ini kita harus siap dengan serbuan produk asing. Makanya kita bekerja sama dengan Kadin dan stakeholder seperti BDC untuk meningkatkan kualitas produk UMKM,”ujar dia.
Di Kabupaten Pangandaran, kata Tedi, tercatat ada 2400 UMKM. Demi memfasilitasi produk UMKM, kata Tedi, telah ada Perda Nomor 15/2016 tentang Penyelenggaraan Akomodasi yang mewajibkan hotel menyediakan outlet untuk produk UMKM.



Tags






Berita Berita Bisnis dan UKM Lainnya