Berita Berita BDC Pangandaran
Penanganan Kawasan Kumuh Pangandaran Terbaik Nasional

Penanganan Kawasan Kumuh Pangandaran Terbaik Nasional

Pangandaran, SPC – Kabupaten Pangandaran mendapatkan apresiasi dalam menjalankan program Kota Tanpa Kawasan Kumuh (Kotaku) yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Business Development Center (BDC) Kab. Pangandaran, sebagai salah satu operator program Kotaku bidang ekonomi, dianggap terbaik skala nasional dalam hal fasilitasi produksi dan marketing.

BDC merupakan lembaga yang dibentuk Kementerian PUPR di 15 kabupaten/kota terpilih di Indonesia. Di Jawa Barat, tercatat lima daerah mendapat program BDC, yakni Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Tasikmalya, Kab. Garut dan Kab. Pangandaran.

“BDC Kab. Pangandaran ini dianggap terbaik karena melakukan tahapan program sesuai master schedule dan business plan yang dirancang, terutama dalam hal fasilitasi produksi dan marketing,” ujar Afif Gunawan, Finance Management & Livelihood Consultant program Kotaku Region Jawa Barat dijumpai dalam Workshop di Hotel Bumi Nusantara, Senin (21/8).

Di Kab. Pangandaran, Afif menjelaskan, berdasarkan SK Bupati Pangandaran, kawasan kumuh yang menjadi prioritas penanganan seluas 298 hektare. Luasan tersebut, menurut Afif, merupakan kedua terluas di Jawa Barat, setelah Kota Bandung.

Kawsan kumuh di Kab. Pangandaran, Afif menyampaikan, seluruhnya ada di Kec. Pangandaran. Kawasan kumuh tersebut berada di Desa Wonoharjo seluas 54,3 hektare, disusul Desa Babakan (53 hektare), Desa Sukahurip (41 hektare) dan Desa Sidomulyo (26 hektare).

Kawasan kumuh, Afif menjelaskan, ditinjau dari delapan faktor, yakni keteraturan bangunan, aksesibilitas jalan, drainase, persampahan, sanitasi, air minum dan proteksi kebakaran.

“Total 298 hektare kawasan kumuh (Pangandaran) itu harus dituntaskan hingga 2020. Karena memang tidak murah. Penanganan per 0,5 hektare saja membutuhkan Rp 500 juta,” ujar Afif.

BDC Kab. Pangandaran, menurut Afif, berkontribusi mendorong pengentasan wilayah kumuh melalui pendekatan ekonomi. BDC Kab. Pangandaran, kata Afif, melakukan pemberdayaan warga melalui penciptaan produk unggulan daerah, yakni gula kelapa, ikan asin dan ikan segar.

Selain BDC, menurut Afif, masih ada dua program Kotaku lainnya, yakni Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) dan Penghidupan Masyarakat Berbasis Komunitas (PMBK).

Ketua Komite BDC Kab. Pangandaran Teddy Sonjaya menganggap pencapaian yang dilakuan oleh teaman teman dalam timnya belumlah apa-apa. Ia berharap, ke depan, BDC Kab. Pangandaran bisa berbuat lebih banyak. Teddy juga mengharap sinergi program yang lebih kuat dengan pemerintah setempat dan sejauh ini Pemerintah cukup besar andilnya walau masih besar harapan kami untuk ikut serta membatu mempasilitasi kegiatan BDC ini secara menyeluruh Ujarnya.

“Kami sih berharap dukungan regulasi dan fasilitas, seperti outlet dan kendaran Mobil Toko (moko), agar mobilitas kami leluasa, termasuk saat mengikuti pameran-pameran,” ujar Teddy yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kab. Pangandaran.sumber  Andi Nurroni





Berita Berita BDC Pangandaran Lainnya