Berita Berita BDC Pangandaran
Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung adakan stady Banding ke BDC Pangandaran

Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung adakan stady Banding ke BDC Pangandaran

Rombongan Business Development Centre (BDC) Kabupaten Pringsewu Lampung melakukan studi banding ke BDC Pangandaran.langsung di pimpin unaedi Hasim, Asda 2 Kabupaten Pringsewu

“Kami sangat apresiasi atas sambutan dan ilmunya. Kami berharap selama 5 hingga 6 hari di Pangandaran bisa belajar mencontoh model kelembagaan BDC Pangandaran yang sudah tertata,” kata Sulastio Pranoto, Manager Pengelola BDC Pringsewu, saat berkunjung ke kelompok Sari Manggar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran.

Sementara itu, Junaedi Hasim, Asda 2 Kabupaten Pringsewu, mengatakan, pihaknya berharap akan terbinanya komunikasi dan BDC Pringsewu termitovasi oleh Pangandaran. Pasalnya, informasi mengenai potensi pasar yang cukup tinggi dan sumber daya di Pringsewu sangat memadai.

“Jadi melalui studi banding ini, kebijakan Pemda Pringsewu terhadap pengembangan kelompok UMK di Pringsewu bisa lebih baik seperti Pangandaran,” ucapnya.

Sedangkan menurut Teddy, Sekjend Kompepar Pangandaran yang juga ketua komite BDC Kabupaten Pangandaran, pihaknya akan terus berkordinasi dengan semua stakeholder pariwisata yang ada di Pangandaran seperti HPI, pengusaha Tour dan Travel, PHRI dan lainya. Sebab, Bussines Plan BDC fokus pada pengembangan pasar di dunia usaha.

“Mudah-mudahan potensi produk pendukung pariwisata seperti jasa perhotelan, rumah makan, souvernir, bisa lebih berkembang. Apalagi potensi tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan sangat potensial untuk pengembangan UMKM. Komoditi kelapa merupakan yang paling tinggi,” katanya.

Selain itu, Teddy sangat berharap kehadiran BDC Pangandaran bisa menjadi penggerak utama ekonomi di kawasan wisata Pangandaran juga pendorong minapolitan. Teddy juga mencatat sekitar 105 kelompok penghasil gula kristal atau gula semut yang tersebar di Pangandaran merupakan binaan BDC. Sedangkan  yang sudah memiliki standar kualitas sebanyak 86 kelompok penderes.

Ini merupakan peluang membangun ekonomi masyarakat Pangandaran. Ketika masyarakat bisa dilibatkan pemerintah bersama PKK, Dekranasda,IWAPI tentu bisa menjadi ajang promosi Pangandaran di kota-kota besar di Indonesia. Harapan kami BDC bisa dimemfasilitasi UMKM Pangandaran untuk andil pada acara skala nasional seperti ASHEFI, Inacraf maupun sejenisnya,” tutupnya.(Askar/R6/Koran HR) 





Berita Berita BDC Pangandaran Lainnya