Photo Galeri
BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN
BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN

Program Kota Tanpa Kumuh Kotaku bidang Sosial Ekonomi BDC meyakini pengolahan hasil perikanan akan bernilai ekonomi tinggi. potensi UMKM kelautan dan perikanan untuk berkembang semakin besar sangat terbuka lebar. Namun, sayangnya sampai sekarang UMKM kelautan dan perikanan masih menghadapi permasalahan umum.“begitu banyak yang sering dihadapi Kelompok Swadaya Masyarakat kelautan dan perikanan, yaitu masalah pemasaran, permodalan, kompetensi SDM (sumber daya manusia), keterbatasan penguasaan teknologi, dan manajemen,” ungkap Teddy dalam acara Vocasional BDC ke 2 bertema “Pengolahan ikan Segar dan Ikan kering

BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN
BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN
BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN
BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN
BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN
BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN
BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN
BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN
BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN
BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN
BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN
BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN
BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN
BDC KEMBANGKAN KOMODITAS PERIKANAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT KAB PANGANDARAN




Berikan Komentar Via Facebook
ARTIKEL Pilihan
Dalam satu kelompok Warga Desa Kersaratu Sekali Panen Kopi Dapat 90 Ton
Sabtu, 04 Januari 2020 11:09 WIB

Tanaman kopi Robusta di Kabupaten Pangandaran mencakup luas total 609 hektare, terdiri dari 292 hektare di lahan milik negara dan 317 hektare di lahan perkebunan milik rakyat. Menurut Kepala Dinas Pertanian Kab. Pangandaran, Sutriaman, total produksi kopi pada tahun 2018 hingga mencapai 263 ton untuk jenis kopi green bean. Pengolahan hasil kopi green bean dewasa ini, menurut Sutriaman, sudah mulai dilakukan oleh masyarakat di Kab Pangandaran, salah satunya dengan merek kopi Pangandaran, Srikandi Coffe dan merek lainnya. "Untuk pemasaran dilakukan baik secara online maupun konvensional," ujar Sutriaman, Minggu, 10 Maret 2019.