Berita Berita Pangandaran
Kekeringan Terus Meluas, Hasil Pertanian Menurun

Kekeringan Terus Meluas, Hasil Pertanian Menurun

Musim kemarau tahun ini mengakibatkan hektaran sawah petani di Pangandaran kekeringan. Bahkan, berdampak pada hasil panen padi yang kurang maksimal.
Salah seorang petani, H. Rupin, warga Dusun Cijalu, Desa Parigi, Kecamatan Parigi, mengatakan, pada tahun sebelumnya dalam satu hektar sawah bisa memanen 7 hingga 8 ton. Sedangkan kemarau saat ini hanya mampu 5 ton saja
“Sebenarnya saya sudah berusaha maksimal agar tanaman padi ini tetap terairi dengan cara menyedot air menggunakan mesin, namun tetap saja tak bisa maksimal. Selain itu saya juga mencoba membuat sumur bor untuk mengantisipasi ketika air di sungai sedang kering
 
Dalam tiga bulan terakhir masyarakat di beberapa wilayah di Kabupaten Pangandaran mulai mengalami kekurangan air bersih khususnya di daerah perbukitan yang agak tinggi. Sumur-sumur warga mulai kering, sehingga warga mencari air bersih sampai ke dataran rendah, sungai sampai ke goa.

Tercatat pada awal bulan Juli permintaan air bersih dari beberapa desa di Kabupaten Pangandaran telah diterima. Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab Pangandaran melalui pasukannya Taruna Siaga Bencana (TAGANA) memulai mensuplai air bersih terhitung dari awal bulan Juli sesuai permintaan dari warga yang telah diterimanya.

Menurut Kepala Dinas Sosial PMD Kabupaten Pangandaran, Dani Hamdani, selama satu bulan ini semakin banyak permintaan distibusi air bersih karena kemarau masih melanda dan wilayah yang kekurangan air bersih pun terus meluas. "Selama bulan Juli sampai Agustus kami bersama pihak yang peduli akan bencana kekeringan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih," ujarnya, Rabu, 28 Agustus 2019.

Dia mengatakan, untuk pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan saat ini hingga mencapai 35.000 liter perharinya. Menurutnya, sebenarnya krisis air bersih yang melanda di sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran ini menurut dia, ada solusi yang dapat ditangani secara permanen. "Solusinya bisa dengan membuat bak-bak penampungan air dan sumur bor," ujarnya. 

Dani menyampaikan, adapun desa yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pangandaran dan sudah dikirim air bersih oleh Tagana Kabupaten Pangandaran yakni Desa Cibanten 125 ribu liter, Desa Kalipucang 30 ribu liter, Desa Bagolo 30 ribu liter, Desa Margacinta 60 ribu liter, Desa Parakan Manggu 20 ribu liter, Desa Kertayasa 25 ribu liter, Desa Cimerak 20 ribu liter, Desa Sukajaya 15 ribu liter, Desa Purbahayu 60 ribu liter dan Desa Pagergunung 45 ribu liter.

"Total distribusi air bersih kepada masyarakat sebanyak 400 ribu liter air bersih. Jumlah tersebut masih terus bertambah mengingat permintaan air bersih dari warga masih ada," kata Dani. 

Seperti yang pernah disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena, sebelumnya sudah ada 28 dari 93 desa di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Pangandaran mengalami kekeringan dan mengajukan permintaan untuk pengiriman air bersih.

Menurutnya, dari jumlah desa yang mengalami kekeringan tersebut bisa bertambah karena sampai saat ini masih ada warga dari desa lainnya yang meminta untuk dikirim air bersih. Dia pun mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG, musim kemarau akan diperkirakan hingga bulan September 2019 mendatang.***
SUMBER PR/KP





Berita Berita Pangandaran Lainnya
Masyarakat Lepas Liarkan Puluhan Tukik  Laut Lepas
Masyarakat Lepas Liarkan Puluhan Tukik Laut Lepas
Minggu, 22 September 2019 04:35 WIB
Puluhan tukik atau anak penyu dilepasliarkan dari pesisir Batuhiu, Kabupaten Pangandaran, Sabtu . Pelepasan tukik diinisiasi Kelompok Pelestari Biota Laut (KPBL) dengan dukungan sejumlah sponsor. Tukik yang dilepaskan berjenis penyu hijau berusia 4 bulan. Anak-anak penyu tersebut berasal dari terlur-telur yang diselamatkan nelayan warga Pantai Batuhiu dan sekitarnya dan BKSDA di Pantai Pangandaran beberapa bulan sebelumnya.
Wah, Pangandaran Jadi Tren Pencarian Liburan di Google
Wah, Pangandaran Jadi Tren Pencarian Liburan di Google
Minggu, 24 September 2017 07:11 WIB
Sebagai salah satu destinasi wisata, Pangandaran pun tak luput dari salah satu yang paling banyak dicari oleh pengguna google. ”Bulan November adalah saat di mana banyak masyarakat Indonesia mulai mencari dan merencanakan liburan akhir tahun mereka. Dengan banyaknya pilihan dan penawaran yang ada di Internet, kami mendesain aplikasi Google untuk membantu Anda mengambil keputusan dengan lebih cepat dan mudah, dari urusan harga hingga pilihan lokasi,” kata Search Marketing Manager, Google Indonesia, Mira Sumanti, dalam siaran persnya seperti dikutip myPangandaran dari indopos.