Berita Berita BDC Pangandaran
KETUA DEKRANASDA JAWA BARAT NETTY PRASETIYANI HERYAWAN DI DAMPINGI IBU DEDI MIZWAR IBU IDA JEJE WIRADINATA KUNJUNGI STAN KAB PANGANDARAN DI BALI

KETUA DEKRANASDA JAWA BARAT NETTY PRASETIYANI HERYAWAN DI DAMPINGI IBU DEDI MIZWAR IBU IDA JEJE WIRADINATA KUNJUNGI STAN KAB PANGANDARAN DI BALI

BALI-Provinsi Jawa Barat melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat menggelar pameran produk kerajinan tangan atau handicraft khas tanah Pasundan serta promosi berbagai potensi wisata yang dimiliki Jawa Barat. Melalui kegiatan ini diharapkan potensi wisata di Jawa Barat bisa dikenal secara luas hingga mancanegara. Dalam kegiatan bertajuk "West Java Night", yang merupakan rangkaian dari pameran "The Enchanting Handicraft of West Java" atau pameran kerajinan tangan Jawa Barat di Gedung Indonesia Tourism Information Center (ITIC), Jl. Raya Kuta No. 2, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Sabtu malam (23/7/16), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menuturkan bahwa Jawa Barat memiliki berbagai potensi wisata yang menarik dan tak kalah dari Bali. Untuk itu, dirinya berharap para turis baik dari mancanegara maupun domestik bisa berkunjung ke Jawa Barat setelah mengunjungi Bali.

"Disini dalam rangka mengundang mereka-mereka yang ke Bali tidak berhenti sampai diBali. Mampirlah ke surga wisata lainnya, yaitu Jawa Barat," ajak Aher dalam acara ini.

Berbagai sarana pendukung, seperti transportasi dari Bali menuju Jawa Barat saat ini cukup mendukung. Seperti jumlah penerbangan dari Bali menuju Jawa Barat atau sebaliknya saat ini sudah lima kali dalam sehari. Terlebih saat ini, Jabar pun tengah membangun Bandara Internasional Kertajati Jawa Barat di Majalengka untuk menunjang pariwisata Jabar agar lebih majudan berkembang.

Secara nasional, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia mencapai 8 juta orang per tahunnya. Dari jumlah ini, 3 juta orang turis asing diantaranya berkunjung ke Bali.

"Jadi kita ingin Jawa Barat dan Bali dikenal sebagai daerah untuk destinasi wisata. Kita ingin destinasi wisata tidak berhenti di Bali. Masyarakat internasional silahkan ke Jawa Barat yang juga tak kalah indah dari Bali," kata Aher.

Aher juga mengungkapkan bahwa dipilihnya Bali sebagai daerah promosi wisata Jabar - karena selain Bali masih menjadi primadona wisata di Indonesia, namun juga karena Bali dan Jawa Barat memiliki ikatan persahabatan sejak lama. Kebhinekaan juga menjadi alasan lain, Jawa Barat memilih Balisebagai mitranya dalam pengembangan industri pariwisata.

"Kami mencintai Kebhinekaan, Jawa Barat dan Bali bagian dari Kebhinekaan yang kita cintai dan dengan Kebhinekaan tersebut, Insya Allah kita akan hidup secara harmonis,secara baik untuk menghadirkan peradaban hebat dan maju - bangsa Indonesia yang kita cintai ini," tutur Aher.

Pameran kerajinan tangan dalam gelaran The Enchanting Handicraft of West Java yang digelar Dekranasda ini bagian dari upaya Jabar dalam menghadirkan keunikan dan kekhasan yang dimiliki provinsi yang tahun ini menginjak usianya ke-71 tahun. Banyak produk kerajinan tangan asal Jawa Barat yang sudah dikenal oleh wisatawan asing yang berkunjung ke Bali, seperti tenun khas Majalaya yang disebut Padaringan yang dikenal dengan brand "Wanita Bali", serta berbagai handicraft lainnya asal Jabar yang sudah banyak dipasarkan di Bali.

Selain itu, pameran yang digelar dari 22 - 24 Juli 2016 di ITIC ini, juga sebagai wujud kerjasama pembangunan ekonomi 10 Provinsi Anggota Mitra Praja Utama (MPU). Untuk itu, selain pameran produk kerajian tangan dari 15 kabupaten/kota di Jabar, dalam pameran ini juga digelar berbagai stand produk kerajinan khas kesepuluh provinsi anggota MPU, yakni: Jawa Barat, Bali, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung.

Ketua Dekranasda Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan mengatakan bahwa industri kreatif, seperti kerajinan tangan ini perlu dikembangkan terus-menerus. Menurut Netty, industri ini telah mampu menyumbang PDB Nasional hingga 7,1% dan melibatkan tenaga kerja hingga 12 juta orang. Tak heran, jika industri ini mampu menyumbang devisa nasional hingga 5,8%.

"Mudah-mudahan dengan adanya pameran ini bisa meningkatkan jumlah wisatawan ke Jawa Barat," harap Netty.

"Kita jadikan Indonesia ini sebagai rumah besar. Kalau hari ini mungkin yang dijadikan halaman besar dan ruang tamu utamanya rumah besar Indonesia adalah Bali, ya bukantidak mungkin ke depan juga ada begitu banyak halaman-halaman lain yang bisa dikunjungi selain Bali, salah satunya adalah Provinsi Jawa Barat," tambah Netty.

Industri kreatif adalah industri yang memanfaatkan dan bertumpu pada kreativitas SDM-nya. Diperlukan berbagai upaya dan langkah strategi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM kreatif ini, seperti perlu adanya sinergi yang sangat kuat antara dunia usaha dan pelaku kreatif, serta kemudahan dalam permodalan.

"Mudahan-mudahan langkah sederhana ini akan menjadi sesuatu yang berdampak besar dan luar biasa dalam upaya kita meningkatkan kesejahteraan Indonesia dan secara khusus bagi masyarakat Jawa Barat,"pungkas Netty.

Bali Dukung Industri Wisata Jawa Barat

Dalam acara "West Java Night, The Enchanting Handicraft of West Java" ini hadir pula Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta. Dalam sambutannya di acara ini, IKetut menyambut baik pameran produk kerajian Dekranasda dan langkah promosi wisata yang dilakukan Jawa Barat di daerahnya.

Bali pun akan sangat mendukung industri pariwisata di Jawa Barat. I Ketut mengatakan, melalui berbagai kerjasama yang ada pihaknya akan mengajak wisatawan - baik domestik maupun mancanegara - agar bisa berkunjung ke Jawa Barat.

"Kami akan mencoba bisa memberikan support terhadap para wisatawan yang datang kesini (Bali) agar juga bisa berkunjung ke wilayah Bapak (Gubernur Jawa Barat), karena saya tahu persis wilayah Bapak alamnya sangat indah, sangat mempesona," ujar I Ketut.

I Ketut pun mengaku pihaknya akan terus mendorong upaya tersebut. Namun, dia menambahkan hal ini juga harus melibatkan

Ketua Dekrannasda kab Pangandaran Ida Nurlela jeje wiradinata dalam acara pameran di Bali kemarin,berharap kedepan pangandaran mempunyai beberapa ciri khas kerajinan tangan yang bisa di kenal secara nasioal, kerajinan tangan khas Pangandaran sudah terindentipikasi dan cukup potensi untuk di kembangkan, di kembangkan secara ekonomi atau sosial semuanya bisa di kembangkan;www.pangandaranbeach.com//media balipos





Berita Berita BDC Pangandaran Lainnya
BDC Pangandaran Gelar Workshop Pengelolaan Gula Kepala
BDC Pangandaran Gelar Workshop Pengelolaan Gula Kepala
Minggu, 26 Juni 2016 11:30 WIB
Gula kelapa (Falm Sugar) atau lebih dikenal dengan gula merah atau gula jawa mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, khususnya untuk masyarakat jawa, gula kelapa banyak dimanfaatkan untuk berbagai makanan dan minuman sehari-hari.
BDC Pangandaran Ikuti Seminar Peluang Pasar Gula Semut dan Asap Cair
BDC Pangandaran Ikuti Seminar Peluang Pasar Gula Semut dan Asap Cair
Selasa, 24 Mei 2016 20:35 WIB
​BDC Pangandaran dalam salah satu programnya adalah mengembangkan produk gula merah menjadi gula kristal/gula semut. para peserta seminar datang dari hampir dari seluruh daerah di indonesia. dimana mereka berlatar belakang pengusah murni, peneliti, pemerintahan, dan juga kelembagaan.
BDC Gelar Diskusi Tentang Optimasi Produk Unggulan
BDC Gelar Diskusi Tentang Optimasi Produk Unggulan
Jum'at, 06 Mei 2016 19:31 WIB
Business Development Centre (BDC) Kabupaten Pangandaran terus melakukan kegiatan, salah satunya adalah kegiatan diskusi ringan untuk mendiskusikan berbagai hal, beberapa waktu yang lalu BDC juga melakukan kegiatan yang sama dengan topik diskusi seputar optimasi produk unggulan daerah.
Ketua DPRD Tutup Pelatihan Pengelolaan Business Development Centre
Ketua DPRD Tutup Pelatihan Pengelolaan Business Development Centre
Sabtu, 27 Februari 2016 05:51 WIB
Setelah seluruh rangkaian acara pelantikan serta pelatihan Pengelolaan Business Development Centre Kabupaten Pangandaran, hari ini (28/02) Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Iwan M Ridwan secara resmi menutup acara yang diselenggarakan di Hotel Sun Inn Pangandaran ini.